Blogger Widgets Blogger Widgets ANWAR DEDEMIT KEONG RACUN: Mei 2014

Jumat, 16 Mei 2014

IDENTIFIKASI KEMASAN KERTAS DAN PLASTIK



BAB I
PENDAHULUAN
IDENTIFIKASI KEMASAN  KERTAS DAN PLASTIK

1.1.        Latar Belakang
1.    Teori
      Pengemasan disebut juga pembungkusan atau pengepakan, dan merupakan salah satu cara pengawasan bahan hasil pertanian, kerana pengemasan dapat  memperpanjang unsur  simpan bahan. Pengemasan adalah wadah atau pembungkus yang dapat membantu mengcegah atau mengurangi terjadinya kerusakan – kerusakan  pada bahan yang dikemas/ dibungkusnya. Saat ini jenis – jenis atau bahan pengemas yang sering digunakan lebih bervariasi dari pada kemasan lampau.

      Berdasarkan bahan dasar pembuatannya maka jenis kemasan pangan yang tersedia saat ini adalah kemasan kertas, gelas, kaleng/Logam, plastik dan kemasan komposit atau kemasan yang merupakan gabungan dari beberapa jenis bahan kemasan, misalnya gabungan antara kertas dan plastik  atau plastik, kertas  dan logam. Masing – masing jenis kemasan ini mempunyai karakteristik tersendiri,dan menjadi dasar untuk pemeliharaan jenis kemasan yang sesuai untuk produk pangan.

      Selain  jenis – jenis kemasan di atas saat ini juga dikenal kemasan adible  kemasan  biodegradable. Kemasan  adible adalah kemasan yang dapat dimakan karena terbuat dari bahan – bahan yang dapat dimakan seperti pati, protein atau lemak, sedangkan kemasan biodegradable  adalah kemasan yang jika dibuang dapat didegradasi melalui proses fotokimia atau  dengan menggunakan mikroba penghancur.

2.    Jenis – jenis kemasan
a.    Kemasan Plastik
            Bahan pengemas yang saat ini mudah didapat dan sangat fleksibel  penggunaannya, selain untuk mengemas langsung bahan makanan. Seringkali digunakan sebagai pelapis kertas. Jenis Plastik sendiri beraneka ragam, ada Plolyethylene, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan Vinylidene Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan – satuan yang lebih kecil yang disebut monomer.

            Polimer penyusun plastik dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan palstik,  monomer – monomer ini dapat berpindah ke dalam  makanan. Dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk kedalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun fases (Kotoran)

            Monomer plastik yang dicurigai berbahaya bagi kesehatan manusia adalah vinil klorida, akrilonitril, vinilidenklorida dan styrene, monomer vinil klorida dan akrilonitril  berpotensi untuk menyebabkan kanker pada manusia, kerana dapat bereaksi dengan komponen DNA yaitu guanin dan sitosin (pada vinil klorida) sedangkan denin dapat bereaksi dengan akrolinitril (Vinil Sianida) metabolit vinil Klorida yaitu epoksi kloretilenoksida merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik ( Penyebab kanker)

            PP (Polypropylene) adalah jenis plastik yang biasa digunakan untuk packing/pemungkus makanan kering/snack, sedotan plastik, kantong obat, penutup, cup plastik, tas, botol dll.

            PP (Poly Ethylene) adalah jenis plastik yang bisa digunakan untuk packing minuman atau cairan, seperti es batu, onderdil, syrup, maupun minuman lainnya.

            OPP ( Oreinted Polystyrene) adalah jenis plastik yang sangat bening, kurang tahan panas. Digunakan untuk packing roti, snack,              t-shirt, baju dan jacket agar menambah keindahan dan penampilan produk, biasa supaya tidak mudah robek dipergunakan double layer side & gusset.
            HDPE ( High Density Polyethylene) adalah jenis plastik yang berwarna putih susu/putih  bersih. Digunakan untuk kantong tissue, botol detergent, minyak, plastic anti panas, pipa plastik, shopping  bag dan kontong plastik yang biasa untuk sayur makanan yang berkuah karena fleksibel dengan kekuatan tinggi

            LDPE (Low Density Polyethylene) adalah jenis plastik yang biasa digunakan untuk  pelapis keleng, plastik pembungkus makanan supaya tetap hangat (Food wrapping), kontong grocery, pembungkus roti, dan tas plastic. Jenis plastik ini fleksibel dengan kekuatan remas.

            PETE atau ETA ( Polyethylene Terephthalate)  adalah jenis kemasan yang dipakai untuk botol plastik yang transparan dan tembus pandang seperti botol air mineral, botol minuman sari buah dan botol lainnya, botol botol dengan bahan ini  direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi  panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat barat- berat.

            PS ( Polystyrene) bersifat berubah bentuk dan berbunyi. Jenis plastik ini bisa digunakan untuk gabus (Styrofoam, cup, box, tray daging, dan tepat telur)

            Other (Polycarbonate)  adalah jenis plastik ini bening, tahan pas dan bisa dipakai berulang kali. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minuman olah raga, suku cadang mobil, alat rumah tangga dan plastik kemasan.

            PVC (Poly Cinly chlorine) adalah jenis plastik yang digunakan untuk packing botol minyak, daging

            Lunchbox Polystyrene adalah jenis plastik yang digunakan untuk packing makanan ringan, nasi dll.



            Plastik Vacuum adalah jenis plastik yang merupakan campuran nylon dan PP/LDPE, Plastik Vacuum  bisa digunakan untuk  membungkus sayur.  Buah daging yang hampa udara dan siap dimaska/ dimakan, foodgrade, Plastik Mika adalah jenis mika bening yang lemas untuk album, taplak meja, sampul, pebungkus, dll dan plastic mika film yang kaku untuk membuat kotak.  

b.    Kemasan Kertas
            Kertas glasin dan kertas tahan minyak (Grease proof) dibuat dengan cara  memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukan ke mesin pembuat kertas, penambahan bahan – bahan lain seperti plastisizer bertujuan untuk menambah kelembuatan dan kelenturan kertas, sehingga dapat digunaka untuk mengemas bahan – bahan yang lengket. Penambahan antioksidan bertujuan untuk memperlambat ketengikan  dan menghambatan pertumbuhan jamur atau khamir, kedua jenis kerta ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, walaupun permukaaan dilapisi dengan bahan air seperti lak dan lilin.

            Kertas Perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine, biscuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng) daging (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, teh dan kopi.

            Kertas  Lilin adalah kertas yang  dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin paraffin dengant itik 46-74oc  dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oc) atau petrolatum (titik cair 40-52oc ) kertas ini dapat  menghambat air, tahan  terhadap minyak/ Oli dan daya rekat panasnya baik, kertas lilin digunakan mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain – lain.

            Chipboard dibuat dari kertas Koran bekas dan sisa – sisa kertas, jika kertas ini dijadikan kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau  bantalan pada barang pecah belah, kertas chpboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah, jika akan dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan bahan tabahan tertentu.

            Amplop dan Kantung sering digunakan sebagai pembungkus keratas, sedangkan kantung kertas  merupakan kemasan tertua tetapi masih tetap popular hingga sekarang. Kantung kertas dapat dibuat secara sederhana oleh industry rumah tangga, tetapi penggunaan  Kertas Bekas  ini untuk mengemas bahan pangan dapat menimbulkan masalah, seperti masalah misalnya tinta, pigmen, bahan pengisi dan lain- lain

            Kertas Lipat dan Kardus merupakan jenis kertas yang popular karena praktis dan murah. Dalam perdagangan disebut juga Folding carton (FC), dan digunakan untuk mengemas bahan hasil pertanian atau jenis-jenis barang lainnya. Bahan yang banyak digunakan untuk membuat karton lipat adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan, dan  bagian tengahnya terbuat dari kertas – kertas  daur ulang, sedangkan kedua sisi lainnya beruapa kertas Koran murni dan bahan murni yang di pucatkan. Untuk memperbaiki sifat karton lipat, maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan polivinil klorida (PVC) yang diplastisasi.

            Kertas  Komposit adalah kertas yang diolah bersama – sama dengan bahan baku kemasan lain  seperti plastik dan logam yang bertujuan untuk memperbaiki daya rapuh, daya kaku dan kekuatan bahan. Kertas yang dicampur dengan logam dan dibentuk menjadi semacam kaleng disebut kaleng komposit, digunakan  untuk jus sitrun. Wadah bumbu (rempah-rempah) kotak coklat, sop kering, bahan kimia dan obat – obatan. Industry pengemasan telah membuat kertas kaleng  komposit yang dapat menahan vakum dan menahan suhu sekitar 490c, sehingga dapat digunakan untuk pengawetan selai (jam). Tube karton digunakan untuk margarine dan es krim. Ada 3 (Tiga) jenis konstruksi kaleng kertas komposit, yaitu : bentuk spiral, cupung dijahit (Lap Seam) dan komposisi gulung (Convolute)

c.    Kemasan Logam
            Pengemas yang berbahan dasar logam diantaranya adalah aerosol, two piece can. Three piece cab, aluminium foil, dan logam komposit. Yang pertama adalah aerosol, Aerosol memiliki kelebihan diantaranya adalah tahan terhadap suhu tinggi, namun kurangnya adalah penggunaannya yang cukup sulit, yang kedua adalah two piece can. Dikatakan two piece kerena sacara umum, bahan ini terdiri dari kaleng yang berbentuk gelas dan tutup. Two piece kemudahannya untuk dibentuk, penampilan yang menarik dan kehigienisan yang cukup tinggi. Namun terdapat kekurangan yaitu mudah penyok dan harga yang agak mahal, yang ketiga adalah three piece can. Secara umum sama seperti two piece can. Perbedaannya adalah aluminium foil. Bahan ini sangat praktis untuk digunakan. Dengan kemampuan untuk  tahan suhu tinggi, bahan ini biasa digunakan untuk alas bahan pangan yang akan  mengalami  proses penapasan kelebihan lainnya adalah bahan ini sangat mudah untuk dibentuk dan digunakan , namun kekurangannya adalah mudah robek dan harganya yang cukup mahal serta hanya bisa campuran dari logam dengan kertas, plastik, dan bahan lain. Kelebihan dari bahan ini adalah harganya yang agak mahal dan proses pembuatan yang cukup sulit.

d.    Kemasan Gelas
            Secara fisika gelas dapat didefinisikan sebagai cairan yang lewat dingin (Supercolled Liquid), tidak mempunyai titik lebur tertentu dan mempunyai viskositas yang tinggi (> 103 Poise) untuk mencegah kristalisasi. Secara kemia gelas di definisikan sebagai hasil peleburan berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap yang  berasal dari peruraian senyawa-senyewa kimia dimana struktur atomnya tidak menentu.







1.2.        Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan pengemasan ?
2.    Ada berapakah macam – macam kemasan ?

1.3.        Tujuan
a.    Memperkenalkan berbagai kemasan kertas, plastik, logam dan gelas yang sering digunakan sebagai perlindungan makanan atau produk pangan dan produk-produk pasca panen
b.    Mengetahui karakteristik masing – masing kemasan tersebut.
c.    Mampu mengidentifikasi jenis kemasan berdasakan karakteristik tersebut


BAB II
METODOLOGI

2.1.        Alat dan Bahan
Bahan            : Berbagai jenis kemasan kertas, plastik dan logam
Alat                 : Micrometer “ Screw Gauge”, jangka sorong, timbangan
                          Korek api

2.2.        Prosedur
a.    Pengenalan berbagai jenis kemasan
§  Amati berbagai jenis kemasan yang disediakan kemudian catat deskripsinyadan certikan produk apa saja yang sesuai dikemas dengan jenis –jenis kemasan tersebut.
§  Bandingkan karakteristrik antara jenis – jenis kemasan tersebut
b.    Pengukuran ketebalan berbagai jenis kemasan
Ambil 5 contoh bahan dari berbagai jenis kemasan dan setiap contoh diukur 5 kali. Catat maksimal, minimal dan rata – rata hasl pengukuran dengan menggunakan micrometer dang jangka sorong.
c.    Identifikasi jenis kemasan plastik dengan uji nyala (Burning Test)
§  Sediakan kemasan jenis plastik yang akan diuji berukuran 10 Cm x 10 Cm
§  Bakar contoh plastik dalam nyala api terbuka
§  Amati kemudian menyela, kemampuan untuk padam, bau, warna nyala api kekakuan bahan
§  Bandingkan hasil pengamatan dengan sifat –sifat plastk dalam uji nyala


BAB III
PEMBAHASAN

3.1.        Hasil Pengamatan
a.    Pengenalan  berbagai jenis kemasan
No
Jenis Kemasan
Deskripsi
Produk yang sesuai dikemas
1)
PETE atau ETE (Polyethylene terephhalate)
§  Botol aqua, warna putih keras dan tidak  bisa di daur ulang lagi gelas terbuat dari plastik
§  Air minum/ air mineral ukuran 1 liter dan ½ liter
2)
PP (Polypropylene)
§  Bentuk gelas hanya bisa di pakai satu kali
§  Untuk mengemas es
§  Untuk mengemas agar-agar
§  Untuk mengemas mie instan
§  Untuk mengemas bubur ayam
3)
PS (Polystyrame)
§  Bersifat berubah bentuk dan berbunyi stereofoam yang berwarna putih
§  Untuk mengemas popmie, tempat botol deterjen, minyak, plastik
4)
HDPE (Highdensity Polyetylene )
§  Jenis plastik yang berwarna putih susu / putih beras
§  Kantong tisu, botol deterjen, minyak plastik
5)
LDPE (Low Density Polyetylene)
§  Jenis plastik  yang biasa di gunakan untuk  pelapis kaleng
§   

b.    Pengukuran ketebalan berbagai jenis kemasan
No
Jenis Kemasan
Mikrometer
Jangka Sorong
1. Botol Aqua 
0.013-0.012-0.046-0.011.0.010
0.019-0.011-0.030-0.039.0.015
2. Gelas (PS)
0.013-0.012.0.049.-0.09-0.009
0.009-0.005-0.015-0.015-0.015.0.007
3. Stereoform
0.043-0.016 0.019.0.0046 .0.006
0.003-0.002-0.005.0.030-0.004
4. HDPE
0.040-0.017.0.049-0.047.0.007
0.002-0.002-0.010-0.012.0.002
5. Gelas PB
0.15.0.020.0.066.0.0.24-0.007

0.006-0.0.003-0.002-
0.002
Rata-rata
0.124-0.077-0.229-0.173-0.038
0.004-0.002-0.007-0.004-0.001
Maks
0.040-0.020-0.066-0.24
0.0065-0.002-0.010-0.013-0.003

Min
0.013-0.012-0.19-0.009-0.006
0.002-0.002-0.001-0.003-0.007


c.    Identifikasi jenis plastik  dengan uji nyala
No
Sifat –sifat plastik dalam uji nyala
Kemudahan menyala
Padam sendiri
Bau
Warna menyala api
Kekuatan bahan
PETE
Susah Nyala
Susah Padam
Bau Asam
Orange
sangat kaku
PP
Susah Nyala
Susah Padam
Bau Asam
Biru, Keorangean
Kaku
PS
Mudah nyala
Susah Padam
Bau Asam
Orange
Sangat kaku
PP
Susah Nyala
Susah Padam
Bau Asam
Biru, orange
Tidak kaku
HDPE
Mudah nyala
Mudah padam
Bau Asam
Orange
Tidak kaku





BAB IV
KESIMPULAN

4.1.         Kesimpulan
            Jadi kesimpulannya adalah setelah melakukan Praktek saya dapat mengetahui  bagaimana cara mengukur kemasan PETE. PP, PS dan LDPE dan HDPE dengan menggunakan  micrometer dan jangka sorong. Identifikasi dengan cara di bakar ternyata warna nyala apinya itu dari jenis yang satu dan jenis yang lainnya itu ternyata berbeda – beda




DAFTAR PUSTAKA

Buckle, A. dkk. 1985. Ilmu Pangan. Penerjemah : Hari Purnomo dan Afiono. Penerbit   Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta

 Buckle, E. dkk. 2006. Teknologi Pengemasan. Departemen Teknologi Pertanian           Fakultas Pertanian.  Universitas Sumatra Utara. Medan










LAPORAN PRAKTIKUM

Identifikasi Kemasan Kertas dan Plastik

Diajukan untuk  salah satu tugas
Mata kuliah Tekhnologi Pengemasan Pangan



 
















Disusun oleh :

Nama                         : Siti Khobsah
NIM                 : H.16.10.0007
Semester       : VII (Tujuh)








FAKULTAS TEKHNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR (UNMA)
TAHUN 2014