BAB I
PENDAHULUAN
IDENTIFIKASI KEMASAN
KERTAS DAN PLASTIK
1.1.
Latar Belakang
1. Teori
Pengemasan
disebut juga pembungkusan atau pengepakan, dan merupakan salah satu cara
pengawasan bahan hasil pertanian, kerana pengemasan dapat memperpanjang unsur simpan bahan. Pengemasan adalah wadah atau
pembungkus yang dapat membantu mengcegah atau mengurangi terjadinya kerusakan –
kerusakan pada bahan yang dikemas/
dibungkusnya. Saat ini jenis – jenis atau bahan pengemas yang sering digunakan
lebih bervariasi dari pada kemasan lampau.
Berdasarkan
bahan dasar pembuatannya maka jenis kemasan pangan yang tersedia saat ini adalah
kemasan kertas, gelas, kaleng/Logam, plastik dan kemasan komposit atau kemasan
yang merupakan gabungan dari beberapa jenis bahan kemasan, misalnya gabungan
antara kertas dan plastik atau plastik,
kertas dan logam. Masing – masing jenis
kemasan ini mempunyai karakteristik tersendiri,dan menjadi dasar untuk
pemeliharaan jenis kemasan yang sesuai untuk produk pangan.
Selain jenis – jenis kemasan di atas saat ini juga
dikenal kemasan adible kemasan biodegradable. Kemasan adible adalah kemasan yang dapat dimakan
karena terbuat dari bahan – bahan yang dapat dimakan seperti pati, protein atau
lemak, sedangkan kemasan biodegradable
adalah kemasan yang jika dibuang dapat didegradasi melalui proses
fotokimia atau dengan menggunakan
mikroba penghancur.
2. Jenis – jenis kemasan
a. Kemasan Plastik
Bahan
pengemas yang saat ini mudah didapat dan sangat fleksibel penggunaannya, selain untuk mengemas langsung
bahan makanan. Seringkali digunakan sebagai pelapis kertas. Jenis Plastik sendiri
beraneka ragam, ada Plolyethylene, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan Vinylidene
Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang
dan satuan – satuan yang lebih kecil yang disebut monomer.
Polimer
penyusun plastik dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut,
sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila
makanan dibungkus dengan palstik,
monomer – monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan. Dan selanjutnya berpindah ke tubuh
orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk kedalam tubuh
ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui
urin maupun fases (Kotoran)
Monomer
plastik yang dicurigai berbahaya bagi kesehatan manusia adalah vinil klorida,
akrilonitril, vinilidenklorida dan styrene, monomer vinil klorida dan
akrilonitril berpotensi untuk
menyebabkan kanker pada manusia, kerana dapat bereaksi dengan komponen DNA
yaitu guanin dan sitosin (pada vinil klorida) sedangkan denin dapat bereaksi
dengan akrolinitril (Vinil Sianida) metabolit vinil Klorida yaitu epoksi
kloretilenoksida merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik ( Penyebab kanker)
PP
(Polypropylene) adalah jenis plastik yang biasa digunakan untuk
packing/pemungkus makanan kering/snack, sedotan plastik, kantong obat, penutup,
cup plastik, tas, botol dll.
PP
(Poly Ethylene) adalah jenis plastik yang bisa digunakan untuk packing minuman
atau cairan, seperti es batu, onderdil, syrup, maupun minuman lainnya.
OPP
( Oreinted Polystyrene) adalah jenis plastik yang sangat bening, kurang tahan
panas. Digunakan untuk packing roti, snack, t-shirt, baju dan jacket agar
menambah keindahan dan penampilan produk, biasa supaya tidak mudah robek
dipergunakan double layer side & gusset.
HDPE
( High Density Polyethylene) adalah jenis plastik yang berwarna putih
susu/putih bersih. Digunakan untuk
kantong tissue, botol detergent, minyak, plastic anti panas, pipa plastik,
shopping bag dan kontong plastik yang
biasa untuk sayur makanan yang berkuah karena fleksibel dengan kekuatan tinggi
LDPE
(Low Density Polyethylene) adalah jenis plastik yang biasa digunakan untuk pelapis keleng, plastik pembungkus makanan
supaya tetap hangat (Food wrapping), kontong grocery, pembungkus roti, dan tas
plastic. Jenis plastik ini fleksibel dengan kekuatan remas.
PETE
atau ETA ( Polyethylene Terephthalate)
adalah jenis kemasan yang dipakai untuk botol plastik yang transparan
dan tembus pandang seperti botol air mineral, botol minuman sari buah dan botol
lainnya, botol botol dengan bahan ini
direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat
apalagi panas. Buang botol yang sudah
lama atau terlihat barat- berat.
PS
( Polystyrene) bersifat berubah bentuk dan berbunyi. Jenis plastik ini bisa
digunakan untuk gabus (Styrofoam, cup, box, tray daging, dan tepat telur)
Other
(Polycarbonate) adalah jenis plastik ini
bening, tahan pas dan bisa dipakai berulang kali. Dapat ditemukan pada tempat
makanan dan minuman seperti botol minuman olah raga, suku cadang mobil, alat
rumah tangga dan plastik kemasan.
PVC
(Poly Cinly chlorine) adalah jenis plastik yang digunakan untuk packing botol
minyak, daging
Lunchbox
Polystyrene adalah jenis plastik yang digunakan untuk packing makanan ringan,
nasi dll.
Plastik
Vacuum adalah jenis plastik yang merupakan campuran nylon dan PP/LDPE, Plastik
Vacuum bisa digunakan untuk membungkus sayur. Buah daging yang hampa udara dan siap
dimaska/ dimakan, foodgrade, Plastik Mika adalah jenis mika bening yang lemas
untuk album, taplak meja, sampul, pebungkus, dll dan plastic mika film yang
kaku untuk membuat kotak.
b. Kemasan Kertas
Kertas
glasin dan kertas tahan minyak (Grease proof) dibuat dengan cara memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum
dimasukan ke mesin pembuat kertas, penambahan bahan – bahan lain seperti
plastisizer bertujuan untuk menambah kelembuatan dan kelenturan kertas,
sehingga dapat digunaka untuk mengemas bahan – bahan yang lengket. Penambahan
antioksidan bertujuan untuk memperlambat ketengikan dan menghambatan pertumbuhan jamur atau
khamir, kedua jenis kerta ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan,
walaupun permukaaan dilapisi dengan bahan air seperti lak dan lilin.
Kertas
Perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine,
biscuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng)
daging (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, teh dan kopi.
Kertas Lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya
adalah lilin paraffin dengant itik 46-74oc dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oc)
atau petrolatum (titik cair 40-52oc ) kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/ Oli dan daya rekat panasnya
baik, kertas lilin digunakan mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain –
lain.
Chipboard
dibuat dari kertas Koran bekas dan sisa – sisa kertas, jika kertas ini
dijadikan kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang
digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah, kertas
chpboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang
rendah, jika akan dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan bahan tabahan
tertentu.
Amplop
dan Kantung sering digunakan sebagai pembungkus keratas, sedangkan kantung
kertas merupakan kemasan tertua tetapi
masih tetap popular hingga sekarang. Kantung kertas dapat dibuat secara
sederhana oleh industry rumah tangga, tetapi penggunaan Kertas Bekas
ini untuk mengemas bahan pangan dapat menimbulkan masalah, seperti
masalah misalnya tinta, pigmen, bahan pengisi dan lain- lain
Kertas Lipat dan Kardus
merupakan jenis kertas yang popular karena praktis dan murah. Dalam perdagangan
disebut juga Folding carton (FC), dan digunakan untuk mengemas bahan hasil
pertanian atau jenis-jenis barang lainnya. Bahan yang banyak digunakan untuk
membuat karton lipat adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan,
dan bagian tengahnya terbuat dari kertas
– kertas daur ulang, sedangkan kedua
sisi lainnya beruapa kertas Koran murni dan bahan murni yang di pucatkan. Untuk
memperbaiki sifat karton lipat, maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan
polivinil klorida (PVC) yang diplastisasi.
Kertas Komposit adalah kertas
yang diolah bersama – sama dengan bahan baku kemasan lain seperti plastik dan logam yang bertujuan
untuk memperbaiki daya rapuh, daya kaku dan kekuatan bahan. Kertas yang
dicampur dengan logam dan dibentuk menjadi semacam kaleng disebut kaleng
komposit, digunakan untuk jus sitrun.
Wadah bumbu (rempah-rempah) kotak coklat, sop kering, bahan kimia dan obat – obatan.
Industry pengemasan telah membuat kertas kaleng
komposit yang dapat menahan vakum dan menahan suhu sekitar 490c,
sehingga dapat digunakan untuk pengawetan selai (jam). Tube karton digunakan
untuk margarine dan es krim. Ada 3 (Tiga) jenis konstruksi kaleng kertas
komposit, yaitu : bentuk spiral, cupung dijahit (Lap Seam) dan komposisi gulung
(Convolute)
c. Kemasan Logam
Pengemas
yang berbahan dasar logam diantaranya adalah aerosol, two piece can. Three
piece cab, aluminium foil, dan logam komposit. Yang pertama adalah aerosol,
Aerosol memiliki kelebihan diantaranya adalah tahan terhadap suhu tinggi, namun
kurangnya adalah penggunaannya yang cukup sulit, yang kedua adalah two piece
can. Dikatakan two piece kerena sacara umum, bahan ini terdiri dari kaleng yang
berbentuk gelas dan tutup. Two piece kemudahannya untuk dibentuk, penampilan
yang menarik dan kehigienisan yang cukup tinggi. Namun terdapat kekurangan
yaitu mudah penyok dan harga yang agak mahal, yang ketiga adalah three piece
can. Secara umum sama seperti two piece can. Perbedaannya adalah aluminium
foil. Bahan ini sangat praktis untuk digunakan. Dengan kemampuan untuk tahan suhu tinggi, bahan ini biasa digunakan
untuk alas bahan pangan yang akan mengalami proses penapasan kelebihan lainnya adalah
bahan ini sangat mudah untuk dibentuk dan digunakan , namun kekurangannya
adalah mudah robek dan harganya yang cukup mahal serta hanya bisa campuran dari
logam dengan kertas, plastik, dan bahan lain. Kelebihan dari bahan ini adalah
harganya yang agak mahal dan proses pembuatan yang cukup sulit.
d. Kemasan Gelas
Secara
fisika gelas dapat didefinisikan sebagai cairan yang lewat dingin (Supercolled
Liquid), tidak mempunyai titik lebur tertentu dan mempunyai viskositas yang
tinggi (> 103 Poise) untuk mencegah kristalisasi. Secara kemia gelas di
definisikan sebagai hasil peleburan berbagai oksida anorganik yang tidak mudah
menguap yang berasal dari peruraian
senyawa-senyewa kimia dimana struktur atomnya tidak menentu.
1.2.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
pengemasan ?
2.
Ada berapakah macam – macam
kemasan ?
1.3.
Tujuan
a.
Memperkenalkan berbagai kemasan
kertas, plastik, logam dan gelas yang sering digunakan sebagai perlindungan
makanan atau produk pangan dan produk-produk pasca panen
b.
Mengetahui karakteristik masing
– masing kemasan tersebut.
c.
Mampu mengidentifikasi jenis
kemasan berdasakan karakteristik tersebut
BAB II
METODOLOGI
2.1.
Alat dan Bahan
Bahan : Berbagai jenis kemasan kertas,
plastik dan logam
Alat : Micrometer “ Screw Gauge”,
jangka sorong, timbangan
Korek
api
2.2.
Prosedur
a.
Pengenalan berbagai jenis
kemasan
§ Amati berbagai jenis kemasan yang disediakan kemudian catat
deskripsinyadan certikan produk apa saja yang sesuai dikemas dengan jenis
–jenis kemasan tersebut.
§ Bandingkan karakteristrik antara jenis – jenis kemasan tersebut
b.
Pengukuran ketebalan berbagai
jenis kemasan
Ambil 5 contoh bahan dari berbagai
jenis kemasan dan setiap contoh diukur 5 kali. Catat maksimal, minimal dan rata
– rata hasl pengukuran dengan menggunakan micrometer dang jangka sorong.
c.
Identifikasi jenis kemasan
plastik dengan uji nyala (Burning Test)
§ Sediakan kemasan jenis plastik yang akan diuji berukuran 10 Cm x 10
Cm
§ Bakar contoh plastik dalam nyala api terbuka
§ Amati kemudian menyela, kemampuan untuk padam, bau, warna nyala api
kekakuan bahan
§ Bandingkan hasil pengamatan dengan sifat –sifat plastk dalam uji
nyala
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Hasil Pengamatan
a.
Pengenalan berbagai jenis kemasan
No
|
Jenis Kemasan
|
Deskripsi
|
Produk yang sesuai
dikemas
|
1)
|
PETE atau ETE (Polyethylene terephhalate)
|
§ Botol aqua, warna putih keras dan tidak bisa di daur ulang lagi gelas terbuat dari
plastik
|
§ Air minum/ air mineral ukuran 1 liter dan ½ liter
|
2)
|
PP (Polypropylene)
|
§ Bentuk gelas hanya bisa di pakai satu kali
|
§ Untuk mengemas es
§ Untuk mengemas agar-agar
§ Untuk mengemas mie instan
§ Untuk mengemas bubur ayam
|
3)
|
PS (Polystyrame)
|
§ Bersifat berubah bentuk dan berbunyi stereofoam yang berwarna
putih
|
§ Untuk mengemas popmie, tempat botol deterjen, minyak, plastik
|
4)
|
HDPE (Highdensity Polyetylene )
|
§ Jenis plastik yang berwarna putih susu / putih beras
|
§ Kantong tisu, botol deterjen, minyak plastik
|
5)
|
LDPE (Low Density Polyetylene)
|
§ Jenis plastik yang biasa di
gunakan untuk pelapis kaleng
|
§
|
b.
Pengukuran ketebalan berbagai
jenis kemasan
No
|
Jenis Kemasan
|
|
Mikrometer
|
Jangka Sorong
|
|
1. Botol Aqua
|
0.013-0.012-0.046-0.011.0.010
|
0.019-0.011-0.030-0.039.0.015
|
2. Gelas (PS)
|
0.013-0.012.0.049.-0.09-0.009
|
0.009-0.005-0.015-0.015-0.015.0.007
|
3. Stereoform
|
0.043-0.016 0.019.0.0046 .0.006
|
0.003-0.002-0.005.0.030-0.004
|
4. HDPE
|
0.040-0.017.0.049-0.047.0.007
|
0.002-0.002-0.010-0.012.0.002
|
5. Gelas PB
|
0.15.0.020.0.066.0.0.24-0.007
|
0.006-0.0.003-0.002-
0.002
|
Rata-rata
|
0.124-0.077-0.229-0.173-0.038
|
0.004-0.002-0.007-0.004-0.001
|
Maks
|
0.040-0.020-0.066-0.24
|
0.0065-0.002-0.010-0.013-0.003
|
Min
|
0.013-0.012-0.19-0.009-0.006
|
0.002-0.002-0.001-0.003-0.007
|
c.
Identifikasi jenis plastik dengan uji nyala
No
|
Sifat
–sifat plastik dalam uji nyala
|
||||
Kemudahan
menyala
|
Padam
sendiri
|
Bau
|
Warna
menyala api
|
Kekuatan
bahan
|
|
PETE
|
Susah Nyala
|
Susah
Padam
|
Bau
Asam
|
Orange
|
sangat
kaku
|
PP
|
Susah Nyala
|
Susah
Padam
|
Bau
Asam
|
Biru,
Keorangean
|
Kaku
|
PS
|
Mudah nyala
|
Susah
Padam
|
Bau
Asam
|
Orange
|
Sangat
kaku
|
PP
|
Susah Nyala
|
Susah
Padam
|
Bau
Asam
|
Biru,
orange
|
Tidak
kaku
|
HDPE
|
Mudah nyala
|
Mudah
padam
|
Bau
Asam
|
Orange
|
Tidak
kaku
|
BAB IV
KESIMPULAN
4.1.
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya adalah setelah
melakukan Praktek saya dapat mengetahui
bagaimana cara mengukur kemasan PETE. PP, PS dan LDPE dan HDPE dengan
menggunakan micrometer dan jangka
sorong. Identifikasi dengan cara di bakar ternyata warna nyala apinya itu dari
jenis yang satu dan jenis yang lainnya itu ternyata berbeda – beda
DAFTAR PUSTAKA
Buckle, A. dkk. 1985. Ilmu Pangan. Penerjemah : Hari Purnomo dan
Afiono. Penerbit Universitas Indonesia
(UI-Press), Jakarta
Buckle, E. dkk. 2006. Teknologi Pengemasan.
Departemen Teknologi Pertanian Fakultas
Pertanian. Universitas Sumatra Utara.
Medan
LAPORAN
PRAKTIKUM
Identifikasi Kemasan Kertas dan Plastik
Diajukan untuk salah satu
tugas
Mata kuliah Tekhnologi Pengemasan Pangan
Disusun oleh :
Nama : Siti Khobsah
NIM : H.16.10.0007
Semester : VII (Tujuh)
FAKULTAS TEKHNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR (UNMA)
TAHUN 2014